Jumat, 18 Februari 2011

"FROM BANDUNG WITH LOVE"


Dan demikianlah semuanya harus terjadi,
karena memang semua harus terjadi..

Hidup ini terus berlanjut..

Kita semua pernah mengkhianati dan dikhianati, Setia dan tidak setia..
Kita semua pernah merasakan cinta di tempat tertinggi,
kita lalu merasakan terjatuh karena kesalahan kita sendiri,
kita tidak mati tapi lukanya membuat kita tidak dapat berjalan seperti dulu lagi..



*Quotes from movie
Taken from - From Bandung With Love

Pontianak city. Saturday, 19 February 2011 at 1.01 pm  

Kamis, 17 Februari 2011

cin(T)a



Dear God,
In Your majesty, You create differences.
In my arrogance, I question Your wisdom.
In Your mistery, You create temptation.
In my inferiority, You make me more than i am.

So here i am..

Surender me in the agony of Your love.
Surender me in the irony of Your law.
lead me to the joy of love redivined.
Teach me how to love You more..

Taken from cin(T)a

Friday, 18 of February 2011 11.25am.

Selasa, 15 Februari 2011

Eclipse

Some say the world will end in fire.
Some say in ice.
From what i've tasted of desire, i hold with those who favor fire.
But if i had to perish twice.
I think i know enough of hate,
to say that for destruction,
Ice is also great and would suffice. *Eclipse

Senin, 14 Februari 2011

PENGALAMAN OPERASI GIGI

Yuph, this is it. Kalau kemarin saya share artikel tentang Operasi Gigi (Odentektomi), sekarang giliran saya untuk menceritakan pengalaman saya Operasi Gigi.

Jadi ceritanya, tentang keberadaan gigi impaksi. *Gigi yang gagal erupsi atau gigi abnormal yang tumbuh didalam atau diatas gusi. (Haha. Saya baru tau istilah ini, H2 setelah saya menjalani Operasi gigi), emang sudah lama. Bahkan seingat saya waktu Ramadhan tadi. Ya, Mama saya yang berhasil ‘Ngeh tentang ke’Abnormal’an posisi gigi saya. Yang punya gigi aja enggak. Hehehe. Awalnya, Mama uda bilang, itu gigi kayaknya memang harus dibuang, karena posisinya berada diatas gigi normal dan tumbuhnya miring, dan pembuangannnya (Kayak sampah aja dibuang. Wakakakka) memang tidak bisa hanya dengan teknik mencabut biasa. Tapi harus operasi. Waktu itu sih, saya belum terlalu woried. Malah saya cuek-cuek aja. Saya pikir, mana ada sih gigi yang harus dibuang, kalo emang dia tumbuh, berarti emang kodratnya. (*Pikiran yang sangat pendek. Haha).

Setelah Ramadhan lewat, Idul Fitri juga lewat. Semuamuanya juga lewat. Dan saya juga mulai tenggelam dengan kerjaan yang selalu mengejar-ngejar saya serta berkecimpung dikehidupan saya, Saya sudah mulai lupa tentang keberadaan gigi impaksi ini. Lebih tepatnya, emang saya tidak pernah terganggu. Hehe. Tapi lagi-lagi, Mama saya membawa berita tentang pengalaman teman seprofesi Mama, yang juga memiliki gigi impaksi yang posisinya hampir sama dengan saya. Yuph, gigi yang berada diatas gusi. Yang lebih seramnnya lagi, gigi impaksi itu sudah mulai mencuat keluar hampir menembus bibir. Sehingga tahap pencabutannya dengan cara Operasi Gigi. Dari situ lah saya mulai merasa woried. Bahwa benar, gigi impaksi yang sudah saya pelihara betahun-tahun ini, memang harus dibuang.

Jadi akhirnya, setelah lumayan menunda-nunda saya bertandang juga ke Dokter Gigi. Dokter Gigi yang kebetulan adalah teman dari Papa saya. (*Sebenarnya bukan kebetulan sih, tapi emang sengaja cari yang temen. Haha). Karna saya memang jarang atau lebih tepatnya lagi tidak pernah ke Dokter gigi sebelumnya, jadi saya ga tau sistemnya gimana. Ternyata, harus mendaftar. Dan guess what?? Malam itu daftar pasien udah numpuk sampai minggu depan. Saya dateng jum’at malem, eh.. dapet gilirannya jum’at malem minggu depan. Wakakaka. Untung aja ga kelupaan.
Akhirnya, jum’at malem itu setelah izin pulang awal dari kantor. *Padahal tetep aja ga awal. Jam 5 sore gitu loh! (-__-‘!I). Saya, ditemanin sama Papa saya dateng ke Dokter Gigi yang kemarin. Setelah menunggu kurang lebih 2 jam karena pasien yang begitu padatnya. (*Bayangin aja, saya dijadwal jam 06.30PM. Saya dateng jam 06.15PM, tapi baru dicek jam 8mlm. Papa saya ja udah sempet jalan-jalan dulu.), akhirnya saya dicek juga. Pas masuk sempet kaget, kok Dokternya cewek, ternyata itu Istrinya yang juga Dokter Gigi. Dokter yang teman Papa saya ini, habis jatoh kecelakaan, jadi untuk sementara digantiin istrinya. Waktu dicek dan menunjukkan gigi ini, Dokter sudah bilang gini.. “Wah, ini posisinya sudah dekat silus. Ga bisa cabut biasa, harus Operasi.” Deg! Operasi?? My knee was shaking. Kemudian Dokter kembali mengecek posisi gigi saya. Lagi-lagi dia bilang, “iyah, ini posisinya udah ga normal. Harus Operasi. Harus ke Dokter Spesialis. Karna udah bukan cabut gigi biasa”. I felt so shocked! Trus saya tanya, “Emang Operasinya kayak gimana sih, Dok?”. Dokternya jawab, “Bukan Operasi besar, Operasi kecil aja. Itu nanti gusinya harus dibelah dulu. Yaah, palingan ada 1 jahitan lah”. Dan saya ingat sekali, Dokter itu mengucapkannya dengan santai. Yah, bawaan Dokternya ramah dan baik banget sih. Mungkin tujuannya supaya saya ga takut. Tapi yang ada malah saya takut banget. (*Saya baru merasa, ternyata saya bisa takut juga yah, operasi. Wakakaka). Mungkin saat itu wajah saya udah pucet. Hehe.

Terus dari situ, saya disarankan rontgen dulu. Biar posisi giginya jelas. Karna gigi saya ini memang benar-benar abnormal. Saya lalu dirujuk ke BP gigi untuk rongten. Dan dirujuk ke RS Negeri untuk Operasi. Saat itu, Dokter sempat juga nyaranin ke Dokter Spesialis yang temannya juga. Tapi katanya disitu mahal. Jadi saya disaran kan cek ke Option B dulu. Ke RS.

Besoknya, saya langsung ke BP Gigi untuk rontgen. Tapi ternyata, hari sabtu tutup. Dan saya datang kembali hari senin, setelah sebelumnya izin telat kekantor. Setelah menjalani proses administrasi, sampailah saya diruang radiologi. Wadoh! Saat itu juga saya merasa cemas. Tar saya bakal diapain yah diruangan ini. Secara melihat alat-alat yang aneh dan lumayan menyeramkan. Haha. Untuk Abang petugasnya baik dan ramah banget. Ya, mungkin karna udah melihat muka saya yang cemas. Hahaha. Ternyata malah proses rontgen’nya lebih cepat dari yang saya bayangkan. Hanya perlu beberapa menit, bahkan mungkin ga nyampe 1 menit. Prosesnya selesai. Saya hanya didudukkan dikursi yang disambungkan dengan alat dari arah kanan atas yang mengarah ke mulut saya, kemudian.. Tring. Abang itu langsung bilang, “Udah selesai Dek.”. sambil menunggu hasil rontgen, saya juga sempat ngobrol-ngobrol dengan Abang yang superduper ramah dan gokil itu.

Dari hasil foto, emang jelas kalo posisi gigi saya sangat-sangat abnormal. Miring kekiri dan dengan posisi akar yang melintang kesamping. Setelah hasil foto berada ditangan. Hal yang saya pikirkan selanjutnya adalah, waktu buat operasi. Secara saya yang selalu dikejar-kejar deadline di kantor. (*Bahkan ga pernah ga dikerjar deadline kayaknya), dan saya juga ga mau plan holiday saya dan teman-teman batal gara-gara saya harus istirahat. Akhirnya, setelah kompromi dengan orang rumah dan sahabat-sahabat, saya tentukan besok saya langsung plan buat operasi. Karna saya pikir, toh lebi cepat lebi baik. Waktu emang sudah ditentukan, tapi masalah kedua, saya masih blom mutusin buat operasi dimana, di RS atau di Dokter spesialis. Hari senin itu, saya sempat ngomong-ngomong dengan teman sekantor saya yang temannya pernah ngalamin operasi gigi. Dia yang nyaranin saya, supaya ambil operasi ke Dokter Spesialis aja. Memang mungkin mahal. Tapi lebih terjamin daripada ke RS yang kita belum tau Dokternya seperti apa. Dan Ortu dan sahabat-sahabat saya juga setuju. Akhirnya, setelah membereskan pekerjaan yang menjadi deadline. Hari selasa malam, saya langsung ke Dokter Spesialis yang disarankan oleh Dokter yang pertama saya datengin. Disitu prosesnya lebih simple. Pasien dateng dan langsung didata. Saat itu, saya masih niat buat konsul dulu. Karna siapa tau aja, ternyata Dokter Spesialis ini bilang ga perlu dicabut, kan Alhamdulillah. Hehehe. Ga lama, saya ketemu langsung sama Dokternya. Dokternya ga kalah ramah dan baik banget ternyata. Guess what?? Ternyata emang udah nasib saya harus operasi. Malah Dokternya bilang gini, “Takutnya ntar kalo ga di Operasi, giginya tumbuh nembus kedalem”. Halah! Ni Dokter nakut-nakutin aja. Muka saya saat itu mungkin sudah lebih pucet lagi. Apalagi pas saya nanya, “Jadi kira-kira kapan Dok, bisa Operasi?” Dokter bilang, “Besok bisa, nanti saya hubungi yaah”. Kemudian saya meninggalkan nomor saya, biar nanti dihubungi.

Besok pagi, saya udah izin kerja. Buat istirahat. Padahal sebelumnya saya pengen kerja setengah hari dulu. *Untung pada akhirnya saya mengambil keputusan istirahat sebelum operasi. H2 setelah saya operasi, saya baru tau kalo sebelum operasi, pasien memang diharuskan istirahat dan tidak beraktifitas sama sekali. Bahkan untuk melakukan kerjaan yang membutuhkan konsentrasi tinggi aja ga boleh. Karna berhubungan dengan saraf, takut efeknya ke pendarahan. Huff.. Thx God.

Beberapa jam sebelum operasi, (*Saya operasi jam 5 sore) I feel woriying so much. Bahkan mungkin afraid banget. Untung-untungan bisa tidur siang. Haha. Saat itu saya benar-benar sangat takut. Ya iya lha, namanya juga operasi. Walau operasi kecil kan, ujung-ujungnya juga dijahit. Saya udah menghayalkan yang enggak-enggak. Gimana bibir saya nanti? Gimana saya makan? Berapa hari saya ga bisa kerja? De el el.
And finaly.. That time! Wednesday, 26 Januari 2011.

Jam 5 sore, saya berangkat dari rumah. Ditemani Paman saya. Sampai disana. Saya sudah disapa dengan ramah sama Dokternya. “Halo Tetra, gimana kabarnya? Udah siap Operasi kan?” Eeaalhaaa.. Saat itu saya Cuma bisa senyum doang. Saya Cuma menjawab dengan pertanyaan, “Lama ga Operasinya, Dok?” Dengan sangat ramah, Dokter bilang “Ah enggak juga, Kok.”

Kemudian saya mulai ditempatkan keposisi Operasi. Posisi saya baring, dengan lampu yang menyorot kearah mulut saya. Sekali lagi, posisi gigi saya dicek. Dan memang benar kenyataannnya posisi gigi ini lumayan sulit. Setelah Dokter memperlajari foto gigi dan keadaan gigi saya secara nyata. Operasi pun dimulai.
Jeng.. Jeng.. (*Musik ala sinetron. Wkakakakaa)

Pertama, saya disuntik obat bius. Inilah untuk pertama kalinya saya kembali melihat suntikan. Whew! Obat bius yang disuntikkan lumayan banyak. Dan saat itu saya memerlukan 2 tempat suntik untuk obat bius. Satu tepat didekat posisi gigi impaksi saya, satu lagi disuntikkan dari dalam kearah rahang atas. Dan rasanya... Nyiiiikk.. Banget. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama saya ga pernah disuntik. Ampuun.. sakit banget! Siapa yang bilang suntik kayak digigit semut? Heemmh, saya tidak setuju sama sekali! Setelah disuntikkan obat bius, saya dibiarin beberapa menit. Supaya obat biusnya bekerja. Yap, saat itu.. saya tidak merasakan separo dari muka saya. Separo bibir saya juga mati rasa.

Kedua, setelah obat bius bekerja. Pengoperasian pun dimulai. Saat itu saya ga bisa tau persis apa yang sedang dikerjakan. Karna saya ga bisa merasakannya, obat bius bekerja dengan baik. Palingan saya cuma capek membuka mulut. Karena diharuskan membuka mulut dalam waktu yang sangat lama. Agak lama juga gigi saya baru bisa diangkat. Mungkin karna posisnya yang sulit. Bahkan Dokternya beberapa kali mengganti tang dan alat-alat lainnya untuk mencabut gigi saya. Yang saat itu saya bayangkan, entah gimana sakitnya kalau ga pake obat bius yaah.. Haha. Mungkin saya bakalan menjambak-jambak rambut si Dokter. Ato bahkan kepalanya si Dokter. Wakakaka. Beberapa kali proses pengambilan gigi, lumayan gagal. Waktu saya disuru kumur-kumur, saya sudah bisa melihat darah-darah segar yang keluar dari air yang saya kumur. Saat itu saya berkata, God.. Untung saya ga bisa liat prosesnya. Dan untung juga saya ga bisa merasakan prosesnya.

Beberapa menit berlalu, gigi saya belum juga bisa lepas. Dokter bilang, mungkin akar giginya yang masih nyangkut. And I was so affraid. Ni gigi bisa lepas ga sih.. Saya sudah berdoa-doa dalam hati. Dan sesaat saya merasa ada yang meleleh dari tepi bibir saya, refleks saya langsung ngambil tisu dan mengelapnya. God, you know what? Ternyata itu darah segar yang mengalir dari mulut saya. Lemes rasanya liat darah sendiri. Dan after that, saya disuruh kumur-kumur lagi. Sampai benar-benar ga ada darah segar. Terus Dokternya bilang, “Akar giginya bengkok. Makanya sulit lepas”. Saya cuma diem aja. Udah panik dan takut banget. Tapi ga lama, Dokter ngeliatin giginya. “Nih.. Akarnya yang bengkok. Makanya harus dicabut, takut ntar nusuk kedalem” dengan reflek saya bilang, “Jadi giginya udah lepas, Dok?” Dokter bilang, “Udah kok” Hahaha. Alhamdulillah..

Tahap ketiga, penjahitan.
Sebelum dijahit, saya sempet ditawarin buat ngeliat bolongan yang ada digusi saya. Kata Dokter lumayan gede. Takut sih sebenarnya buat ngeliat, tapi karna penasaran saya liat juga. Yap, that's right. Lukanya gede banget. Dan masih berdarah. Ouch! Dokter bilang, lukanya gede. Jadi harus 2 jahitan. Karna obat bius masih bekerja, jadi ga kerasa juga waktu dijahit. Palingan waktu narik benangnya doang. Setelah selesai semua proses, bekas operasi tadi disempal dengan kapas yang ada obat penghenti darahnya.

Alhamdulillah, operasi akhirnya selesai. Kurang lebih 40menit dengan 2 jahitan. Terus saya dikasi antibiotik dan paracetamol. Dalam perjalanan pulang, saya udah mulai khawatir. Gimana rasanya saat efek bius itu udah ilang. Huhuhu. Ternyata benar sekali pemirsa.. 1 jam setelah proses operasi, saya mulai merasakan sakit yang sangat luar biasa. Ampuuunn... deh. Saya cuma bisa baring-baring doang. Saya langsung buru-buru makan, untuk kemudian minum obat, dan kembali berbaring. Bekas operasi juga masih mengeluarkan darah segar.

Malam setelah operasi sangat-sangat menyiksa. Bayangin aja, saya ga bisa tidur dengan posisi miring ke kiri atau kekanan. Bahkan buat telentang saja, leher belakang harus diganjel dengan bantal. Dan dagu saya juga diganjel bantal. Supaya posisi mulut dan rahang saya agak naik. Sangat sulit buat tidur malam itu. Untung efek obat bikin saya cepat terlelap.

Hari Pertama, setelah Operasi. Hari itu saya udah mulai izin kerja. Begitu saya bangun, ngenyut semakin jadi. Saya gak bisa senyum, sulit ngomong, makan apalagi buat ketawa. Sangat-sangat sakit. Saya ga bisa makan pake sendok, hanya bisa pake garpu. Karna mulut saya maksmal hanya bisa kebuka segede garpu doang. Dan bahkan tubuh saya sudah mulai memberikan efek yang tidak baik. Yuph, hari pertama setelah operasi, saya demam. Dan perasaan sangat-sangat tidak enak. Sepertinya tubuh saya sudah mulai menyadari akan adanya benda asing yang ditanamkan. Agak lama juga saya baru bisa bangkit buat mandi. Karna ngenyut yang semakin jadi. Tapi Alhamdulillah, perndarahan sudah berhenti. Dan setelah minum obat, demam perlahan mulai hilang. Begitu juga dengan ngenyut yang terasa. Saat mulai enakan, saya merasa bosan. Yaa, mungkin karena sudah terbiasa dengan kerjaan yang dikejar-kejar anjing. Jadi begitu saya harus stay di rumah. Saya merasa mati gaya. Hahaha. Jadi saya mulai kegiatan dengan membereskan rumah. Setelah membereskan rumah, saya lanjut ngemasin kamar saya. Membersihkan debu-debu yang ada diatas lemari, membereskan lemari, totalnya membereskan kamar saya yang setengah sudah seperti sarang kuntilanak itu. Setelah selesai, saya merasa senang. Saya pikir, tidak sia-sia juga kan saya stay dirumah. Tapi tak lama setelah saya beres-beres, saya kembali merasakan perasaan tidak enak itu lagi. Bekas operasi kembali ngenyut, dan bahkan saya demam, dan yang lebih parahnya lagi, pandangan saya berkunang-kunang.

Efek negatif dihari pertama kemarin, membuat saya untuk istirahat total dihari kedua. Ya, pada hari kedua pasca operasi itu, saya Cuma baring-baringan sambil nonton tv. Demam saya juga semakin jadi, ditambah dengan pandangan yang berkunang-kunang dan yang paling aparah, ada pembengkakan dipipi tepat disebelah Operasi. Dan setiap saya bangkit, saya selalu sedikit mengambang. Siang menjelang sore dihari kedua itu, iseng-iseng saya browsing di internet, cari-cari penjelasan tentang Operasi Gigi dan pengalaman-pengalaman orang-orang yang operasi gigi. Dan akhirnya, saya tau penyebabnya mengapa saya mengalami efek buruk dihari kedua itu. Begitu saya baca artikel dari salah satu Blog Dokter, disitu dijelaskan bahwa Pasien Pasca Operasi Gigi disarankan untuk istirahat total selama 3-4 hari. Hahahha. Istirahat total selama 3-4 hari pasca Operasi?? Sedangkan saya? 1hari pasca operasi aja udah beres-beres kamar. Ckckck. Sok tau banget!

Hari ketiga, demam sudah mulai tidak terasa. Dan tidak ada pembengkakan lagi. Tapi gantinya, seluruh gigi saya yang ada dibagian rahang atas ngilu tak tertahankan. Jadi saya Cuma bisa sedikit beraktifitas seminimalis mungkin. Sisanya Cuma baring-baring doang. Dihari ketiga, ketika rasa ngilu itu berhenti, saya mulai agak sedikit bandel. Hehe. Ceritanya kan saya masih ga boleh makan yang keras-keras, ga boleh makan yang panas-panas, minum yang panas atau yang dingin, yang pedas-pedas dan ga boleh buka mulut yang terlalu lebar, jadi saya Cuma makan nasi benyek, telur dan sayur-sayur gitu. Bosen dong. Hari sabtu itu, saya tiba-tiba kepengan nyicipin nasi goreng buatan adik saya. Saya pikir, toh juga Cuma sedikit. GPP dong. Tapi ternyata pemirsa, yaah.. mungkin karna salah saya juga, makan sambil browsing internet ngeditin blog saya. Alhasil ngunyah ga konsen, daaaann.. masuk lah sebutir nasi kedalam gusi yang bekas operasi itu. Uuuhhhh.. rasanya ngilu dan sakit Anguzubille.. saat itu ingin teriak sekeras-kerasnya. Aaaaakkkhhhhh!!!!! Panik banget, mana udah sakit lagi. Untung kemarin sempet baca pengalaman orang pasca operasi dengan kejadian yang sama. Jadi perlahan-lahan, saya kumur-kumur kearah gusi yang bekas operasi itu, Alhamdulillah.. dengan beberapakali kumur, akhirnya tu nasi keluar juga. Hasilnya.. Kembali ngilu. Hahahhaa.

Dihari keempat udah agak lumayan, tapi saya janji ga mau bandel lagi. Hehehe. Pas bangun, lumayan agak ngilu sih. Mungkin karena saya tidurnya kearah kiri. Jadi narik otot-otot yang bekas operasi itu. Tapi, lumayan lah.. enggak sengilu kemarin. Cuma masih ga bisa buka mulut yang lebar. Masih ga bisa ketawa. Dan senyum juga masih sakit. Kaku juga rasanya.

Hari kelima, saya udah masuk kerja. Udah lumayan lha, walaupun ngomong masi kayak orang cadel. Dan ga bisa ketawa. Yang ada malah di kantor saya digosipin ompong lagi. Huhuhu. Pas masuk, yaah.. seperti yang saya diperkirakan banyak yang nanya hini hitu. Sakit ga? Uda bisa makan blom? Diapain aja? Yaaah, gitu deh. Udah saya cadel, eh.. banyak yang wawancara lagi. Hahaha. Menjelang siang, tiba-tiba ngenyut. Sempat mikir juga, ni gara-gara banyak kerjaan apa? Soalnya gara-gara cuti 4hari, jadinya pas hari senin itu langsung brek! Ditimpa kerjaan yang segunung. Hadewh! Untung aja ga memerlukan penjelasan. Kalo ga, walah-walah.. bakalan ribet. Untung ngenyutnya cuma bentar. Setelah makan siang, ngenyutnya juga hilang. Bahkan hari itu saya kerjanya sampe jam7an malem. Alhamdulillah sih, udah ga ada keluhan yang berat.

Tengah malem kan saya ditelpon sampe 1 jam'an gitu. Saya baru Ngeh. Setelah saya yang dengan semangatnya ngoceh ditelpon selama 1 jam, saya langsung ngerasa mulut ga kaku lagi. Uaah bisa ketawa. Udah bisa senyum lebar. Aih, mungkin emang butuh olahraga kali yah. Jadi besoknya saya putuskan makan kembali seperti semula. Hahaha.
Ternyata benar. Hari selanjutnya. Saya sudah ga merasa keluhan lagi. Kerja udah bisa maksimal. Udah bisa ketawa lebar. Gosok gigi udah nyaman. Yang ngejanggal cuma benang jahitnya aja. Kadang-kadang masih kerasa kalo kesenggol bibir. Tapi, so far very good lha. Alhamdulillah. Sembuhnya lebih cepat dari yang saya khawatirkan.
Akhirnya, sampai juga pada waktunya lepas benang jaitan. Haha. It takes too long to wait. Karna ada Perayaan dan sebagainya, jadi Apotiknya tutup. Dan juga tempat prakteknya tutup. Bahkan amu sempet melewati liburan bersama teman-teman, dengan 1 benang yg masih tertanam digusi. Hahaha. Karna satunya udah sempet putus waktu gosok gigi. Proses buka jaitan ga lama, bahkan Cuma kayak merem doang, habis itu. Tring.. kebuka deh. Hehehe. Terus dikasi Betadin. Udah, selesai.
Sekarang semuanya udah berjalan sempurna, Alhamdulillah.. Bahkan ada yang bilang, sekarang kalo difoto, aku selalu nunjukin gigi aku. Dan katanya, gigiku emang bagus. Hahaha.

Yeah, that’s was an amazing experience. Buat semua yang akan atau berniat operasi, silahkan aja. Ga separah yang kita bayangin kok. Asal emang betul-betul cari dokter Gigi yang spesialis, dan yang udah recommended by other people. Jangan yang sembarangan yah. Last but not least, Big thx to Drg Machfuddin. Dokter gigi yang sangat-sangat baik dan PERFECT!, to my fam yang men-special kan aku selama aku baru Operasi dan membiarkan aku istirahat, my best friend yang selalu kasi aku semangat. Haha. Finaly, semuanya berjalan sesuai rencana. We’ve got our amazing hiloday, right?? Dan buat Kolega serta Bos di Kantor, yang udah mengizinkan aku cuti 4 hari. Thx ALL. Semoga tulisan ini berarti dan bermanfaat bagi semuanya. HAVE A NICE SMILE! :D

Pontianak City, 13 February 2011. At 1.34PM
By Tetra Saputri

Minggu, 30 Januari 2011

Sekilas tentang Operasi Gigi, atau istilah kedokterannya Odontektomi.


Odontectomy adalah pengeluaran gigi yang dalam keadaan tidak dapat bertumbuh atau bertumbuh sebagian (impaksi) dimana gigi tersebut tidak dapat dikeluarkan dengan cara pencabutan tang biasa melainkan dengan cara pembukaan jaringan ( keras / lunak ) yang menutupi jalan keluar gigi tersebut. Gigi ini sering kali tidak dapat tumbuh keluar menembus gusi secara normal karena biasanya tidak kedapatan tempat. Akibatnya gigi tersebut sama sekali tidak tumbuh dan tetap terbenam di dalam tulang, atau bisa juga hanya separuh mahkota yang berhasil menembus tulang dan gusi dan posisinya biasanya tidak tegak melainkan sedikit miring. Kondisi gigi yang mengalami halangan untuk tumbuh secara normal di dalam lengkung rahang disebut gigi impaksi.
Pengambilannya biasanya tidak seperti pencabutan biasa, tetapi merupakan minor surgery atau operasi kecil. Dalam bahasa kedokteran tindakan ini disebut odontektomi.
Sebelum dicabut, gigi umumnya akan difoto terlebih dahulu dengan sinar X untuk mengetahui bentuk, posisi dan kedalaman gigi. Pengoperasian biasanya dilakukan dengan pembiusan lokal, namun kadang-kadang juga dilakukan dengan bius total. Walaupun tergolong operasi kecil, pencabutan gigi sebaiknya dilakukan secara profesional oleh dokter gigi, mengigat komplikasi yang mungkin timbul saat dan setelah pencabutan.
Setelah pencabutan gigi impaksi terdapat beberapa respon fisiologis yang normal, yaitu perdarahan ringan, pembengkakan, kekakuan dan rasa nyeri. Respon negatif tersebut menimbulkan ketidaknyamanan jangka pendek bagi pasien yang berlangsung selama 4-7 hari setelah pembedahan.
Tujuan utama dalam setiap jenis pembedahan adalah mencegah infeksi post- operatif akibat prosedur pembedahan. Untuk mencapai tujuan tersebut, sebagian prosedur pembedahan membutuhkan antibiotik profilaktik.

Instruksi pasien setelah pembedahan :
Setelah anda dioperasi, proses penyembuhan tergantung anda. Kondisi yang biasa terjadi ;
  • rasa sakit, minum analgetik sesudah makan
  • perdarahan pada 24 jam pertama sesudah operasi, lakukan penekanan dengan kain kasa
  • pembengkakan puncaknya 24 jam pertama sesudah operasi sampai dengan 1 minggu, kompres air dingin

Tindakan yang sebaiknya dilakukan :
    • Gunakan obat sesuai resep
    • Tempatkan kasa diatas daerah pencabutan bukan didalam bekas tempat gigi
    • Lakukan pengompresan es pada wajah untuk mengurangi pembengkakan selang 30 menit kompres dan 30 menit kemudian lepas.
    • Tidurlah dengan kepala agak dinaikkan/ditinggikan sehingga hal ini dapat mengurangi/mengontrol pembengkakan
    • Lakukan sikat gigi seperti biasa, gunakan obat kumur 24 jam 1
    • Makan dan minum yang lunak-lunak
    • Istirahat yang cukup akan menghasilkan waktu penyembuhan yang lebih cepat

Yang harus dihindari :
      • Hindari makanan yang keras dan kasar
      • Jangan mengisap-isap daerah bekas operasi
      • Jangan meludah-ludah
      • Jangan mengunyah permen karet/merokok
      • Hindari daerah operasi dari rangsang panas
      • Jangan kerja berat pada 48 jam 1
      • Jangan minum alkohol
      • Jangan mengemudi kendaraan pada waktu menggunakan obat analgetik

Hal yang perlu diperhatikan setelah pengoperasian gigi.
Untuk mempercepat proses penyembuhan:
    • Usahakan beristirahat sepanjang hari dan tidak mengerjakan pekerjaan berat.
    • Hindari merokok. Bila memungkinkan selama proses penyembuhan (3-4 hari), minimal selama 24 jam setelah operasi.
    • Hindari berkumur atau menggosok gigi selama 24 jam setelah operasi
    • Setelah 24 jam, kebersihan daerah operasi dapat dijaga dengan berkumur air hangat bergaram (1 sendok teh garam untuk 1 gelas air) minimal 4 kali sehari. Berkumurlah dengan hati-hati karena tekanan dapat menyebabkan lubang bekas operasi terbuka lagi dan terjadi pendarahan.
    • Setelah 24 jam, meggosok gigi dapat dilakukan dengan hati-hati, terutama di daerah operasi.
    • Bila diberi obat penahan sakit dan antibiotik, minumlah sesuai petunjuk dokter. Antibiotik harus dihabiskan walaupun gigi sudah tidak terasa sakit. Sebaliknya, obat penahan sakit dapat dihentikan bila sakit mereda.
    • Makan dan minumlah seperti biasanya. Hindari berdiet, karena makan dan minum yang cukup sangat penting untuk proses penyembuhan.
    • Hindari minum menggunakan sedotan karena tekanannya dapat melepaskan gumpalan darah pada lubang operasi.
    • Hindari minuman bersoda karena busanya diperkirakan dapat melepaskan gumpalan darah pada lubang operasi. Minuman jus buah terutama jeruk sangat disarankan.
    • Makan tambahan vitamin C dianjurkan.
    • Untuk menghindari pembengkakan, setelah operasi rahang sebaiknya dikompres dengan es atau air dingin. Tempelkan kompres dingin selama 15 menit, diseling 10 menit tanpa kompres, diulang sampai saat istirahat malam.
    • Pada hari-hari setelah hari operasi, rahang dapat dikompres dengan kompres hangat, untuk menstimulasi peredaran darah di daerah gigi bungsu yang dapat mempercepat penyembuhan.
  • Selain hal-hal di atas, pembiusan yang dilakukan sebelum operasi juga dapat berpengaruh pada kemampuan psikis dan mekanis. Jangan berkendara, melakukan pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi tinggi, atau menandatangani dokumen penting pada hari yang sama. Bila menggunakan bius total, usahakan ada seseorang yang dapat menemani selama minimal satu hari tersebut.


Masalah yang mungkin timbul setelah Operasi Gigi
  1. Pendarahan
Pendarahan tidak dapat dihindari dan dapat berlangsung selama satu hari penuh. Berkumur pada saat pendarahan terjadi sangat tidak dianjurkan. Pendarahan akan berhenti saat darah mulai menggumpal di lubang pencabutan, dan berkumur dapat menyebabkan gumpalan darah terlepas. Hal ini dapat memperlambat proses penyembuhan dan menyebabkan pendarahan terjadi lebih lama.
Bila terjadi pendarahan, letakkan gulungan kecil kasa steril (umumnya diberikan oleh dokter gigi) pada lubang bekas pencabutan. Kasa harus digigit dengan baik dengan tekanan secukupnya. Cara ini akan membantu menghentikan pendarahan, tetapi jangan dilakukan telalu berlebihan sehingga menimbulkan iritasi pada lubang pencabutan. Gulungan kasa hanya boleh digigit selama sekitar 20 menit. Bila terlalu lama, darah dapat membeku pada kasa dan gumpalan darah dapat terlepas lagi saat kasa dibuang. Bila pendarahan masih terjadi setelah 20 menit, ganti dengan kasa yang baru. Demikian seterusnya hingga pedarahan berkurang atau berhenti.
Bila pendarahan terus berlanjut setelah 1 hari, segera kembali ke dokter gigi dan laporkan. Pendarahan yang terus menerus menunjukkan masalah pada proses penyembuhan.

  1. Lubang operasi tidak tertutup sempurna (Dry socket)
Pada umumnya, setelah pengoperasian, darah akan menggenangi lubang bekas gigi dan menggumpal. Terbentuknya gumpalan darah ini sangat penting karena berfungsi sebagai tempat gusi kemudian akan tumbuh menutupi lubang. Diperkirakan sebanyak 5-10% kasus mengalami penutupan lubang yang tidak sempurna atau terlepasnya gumpalan darah sebelum waktunya, sehingga syaraf pada gusi dan bahkan tulang rahang menjadi terbuka (dry socket). Telah diketahui bahwa umumnya penderita dry socket adalah perempuan yang minum pil kontrasepsi. Diperkirakan dry socket dapat dihindari dengan melakukan operasi pada hari ke-22 hingga ke-28 siklus, yaitu saat kadar estrogen sedang pada titik terendah.

  1. Infeksi
Infeksi yang terjadi saat proses penyembuhan dapat dihindari dengan minum antibiotik dan menjaga kebersihan mulut. Berkumur dengan air garam setiap selesai makan dapat membantu membersihkan daerah operasi.



Apa yang terjadi setelah operasi dan bagaimana menghadapinya?
  1. Perdarahan.
Seperti pada pencabutan biasa, operasi gigi juga mengakibatkan perdarahan. Jadi pasien tidak perlu kaget bila selama beberapa jam pertama masih terasa ada rembesan darah yang keluar. Yang paling penting adalah menjaga agar bekuan darah yang sudah terbentuk tidak rusak lagi sehingga darah keluar lagi. Setiap gerakan di dalam mulut yang berupa menghisap atau menyedot dapat merusak bekuan darah dan bisa jadi darah yang keluar makin bertambah banyak.
Jadi ada beberapa hal yang tidak boleh dilakukan yaitu :
      • Merokok. Tahan diri untuk tidak merokok minimal 1×24 jam setelah pencabutan.
      • Terlalu banyak meludah. Pasien terkadang risih karena terasa banyak darah di dalam mulut dan biasanya ingin diludahkan. Darah yang keluar sebaiknya ditelan saja.
      • Minum dengan sedotan.
      • Berkumur terlalu keras. Berkumur saat sikat gigi atau berwudhu tetap dapat dilakukan namun tidak perlu terlalu keras.
Pasien perlu segera menemui dokter bila perdarahan berat masih keluar lebih dari 24 jam setelah pencabutan.

  1. Pembengkakan pada pipi daerah pencabutan.
Pembengkakan pasca operasi gigi molar ini biasa terjadi, dan umumnya makin bertambah besar hingga hari ke-3 namun perlahan-lahan akan mengecil. Untuk meminimalkan pembengkakan, sebaiknya pipi dikompres dingin selama 24 jam pertama. Hari selanjutnya lakukan kompres hangat untuk menstimulasi peredaran darah dan mempercepat penyembuhan.

  1. Rasa sakit berdenyut setelah pengaruh obat bius hilang.
Rasa sakit pasti akan terasa, terutama setelah pengaruh obat bius hilang. Dokter gigi yang melakukan tindakan akan meresepkan obat untuk menangani hal tersebut, jadi dibutuhkan kedisiplinan pasien untuk mematuhi instruksi obat yang diberikan.

  1. Makanan terjebak di tempat bekas pencabutan
Gigi yang diambil akan meninggalkan soket/lubang sehingga gusi harus dijahit. Biasanya makanan sering terjebak dan sulit dibersihkan di daerah tersebut. Namun jangan mencongkel-congkel daerah tersebut apalagi dengan alat tajam dan tidak bersih. Lebih baik kumur perlahan dengan air atau air garam hangat untuk mengeluarkannya.



  1. Buka mulut terbatas, dan terasa nyeri bila mulut dibuka lebar
Karena pembengkakan yang terjadi di pipi, biasanya ada keterbatasan saat membuka mulut. Oleh karena itu pilih makanan yang lunak dan mudah dikunyah, dan kunyah makanan secara perlahan.

  1. Rasa kebal atau kaku yang terus berlanjut lebih dari 1 hari setelah pencabutan.
Hal ini dapat terjadi pada posisi gigi yang terbenam dalam tulang cukup dalam dan ada syaraf yang tersenggol atau cedera saat disuntik anestesi. Pasien dianjurkan untuk kembali menemui dokter gigi yang melakukan operasi agar dapat diresepkan obat yang dapat meredakan kondisi ini.


Tindakan yang sebaiknya dilakukan setelah operasi
  1. Setelah operasi, usahakan segera pulang ke rumah dan sebisa mungkin jangan banyak beraktivitas. Upayakan mendapat izin dari kantor atau sekolah pada hari operasi. Tentunya lebih leluasa untuk mengkompres pipi bila Anda berada di rumah.
  2. Sebisa mungkin pilih makanan yang lunak selama 1-2 hari pertama, dan untuk sementara kunyah satu sisi saja yaitu di sisi yang tidak dicabut.
  3. Dianjurkan untuk memilih minuman yang dingin, dan hindari makanan dan minuman yang panas dan pedas pada 24 jam pertama pasca operasi.
  4. Bila pipi masih bengkak beberapa hari setelah operasi, coba perlahan-lahan pijat daerah pipi atau buka tutup mulut dengan gerakan perlahan agar otot di daerah tersebut lebih rileks.

OK. That’s all sekilas tentang Operasi gigi. Jadi saat ketemu saya, atau saat saya sudah mulai masuk kerja jangan tanya-tanya saya lagi yah. Karna H3 Pasca Odontektomi ini, mulut saya maksimal hanya bisa kebuka 1,5cm saja. 1,5cm untuk 1 kata. Jadi bisa dibayangin dong, untuk menjelaskan penjelasan sebanyak ini, mulut saya harus kebuka 1,5cm dikali 1 kata, hasilnya?? Haha. Tentu saya tidak mampu. Hehehe. Maka dari itu saya share artikel ini, sekalian juga bagi-bagi pengetahuan.

Semoga Tips-tips di atas bisa mengurangi kecemasan Pra dan Pasca Odontektomi
Semoga Bermanfaat.

By Tetra Saputri
Pontianak City, January 28th 2011, Saturday at 9.01PM

Sumber :

*On the next note, Saya akan menceritakan pengalaman saya Operasi Gigi.




Jumat, 28 Januari 2011

HIDUP ADALAH PILIHAN

Beberapa minggu yang lalu, saya sempat membaca tulisan dari seorang teman saya sewaktu masa kuliah dulu. Yuph, disitu dia tulis.. “Karna hidup memang penuh warna”. Hidup memang penuh warna. Di saat Pink berubah menjadi HITAM (Meskipun saya pecinta hitam), lagi-lagi saya over reacted dan become freaking out. Mungkin itu juga alasannya kenapa saya tidak suka PINK, karna PINK menurut saya selalu bersifat semu. Tapi karena saya fleksibel dan penganut Hukum Newton tadi. Perlahan warna hitam itu bisa saya terima, dan saya ubah kembali menjadi warna Kuning, tidak Pink. Tanpa memaksakan semuanya. Saya rasa memang tidak perlu DENDAM atau obsesi untuk MELUPAKAN sisi PINK yang sudah menjadi HITAM itu, tapi lebih tepatnya adalah MENGIKHLASKAN dan MEMAAFKAN. Dan kemudian HADAPI dengan SENYUMAN. Bahwa memang benar, ada lebih adri satu cara untuk membiarkan dirimu pergi dan melihat dunia. Walau memang, B E R A T.. dan saya juga tidak mungkin bisa melakukannya secepat itu. Tapi saya percaya, “Satu-satunya cara untuk mewujudkan hal yang tak mungkin adalah meyakini itu mungkin dilakukan.” Dan saya yakin, saya bisa. Tapi saya tekankan disini, saya MENGIKHLASKAN bukan MENYERAH. Hahaha. *TETAP PANTANG MENYERAH. Karna dalam kasus ini, saya tidak perlu kembali mengubahnya menjadi PINK, tapi tetap HITAM namun terasa PINK. That’s me! I won’t give in, I won’t give up. Perjuangan saya, belum berakhir. Saya masih mengalisa keadaan kok. So, we’ll see..
Jadi apa hubungannya Hukum Newton, Fleksibel, Ambisi, Warna PINK atau HITAM dan tulisan saya ini?? Hahaha. Hidup adalah pilihan, Teman. Semuanya tergantung kita, mau menjadi lebih baik, atau menjadi lebih buruk. Tetep SEMANGAT untuk menjadi yg lebih baik lagi, karna dengan menjadi lebih buruk tidak akan membawa keuntungan apa-apa bagi diri kita sendiri! Dan pilihan bagi saya adalah, dengan ambisi, tapi tetap fleksibel. And even that PINK has turned to be BLACK. I’ll always love BLACK. Cause BLACK is always sexy and white is always so natural. :D